Koin Sastra untuk HB Jassin Baru Terkumpul Rp200 juta


Penulis : Vini Mariyane RosyaMinggu, 22 Mei 2011 20:17 WIB     

JAKARTA--MICOM: Meski telah berselang hampir 3 bulan berjalan, gerakan koin sastra untuk Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin baru mengumpulkan dana sebesar Rp200 juta. 

Jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan PDS HB Jassin yakni Rp1 miliar per tahun. 

"Kalau direkapitulasi jumlah dana yang sudah terkumpal baru mendekati Rp200 juta. Tapi itu belum termasuk sejumlah PC ada sekitar 7-8 PC, beberapa TV dan AC," ungkap salah satu penggagas koin sastra, Ahmad Makki di sela-sela acara kliping sastra massal di Taman Ismail Marzuki, Minggu (22/5).

Gerakan tersebut lahir secara resmi pada 18 Maret 2011 setelah pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk kesekian kalinya mengurangi dana bantuan operasional satu-satunya pusat dokumentasi terlengkap di Indonesia tersebut. Saat ini Pemprov DKI hanya memeberikan Rp50 juta per tahun. 

Uniknya menurut Makki gerakan koin sastra bersifat terbuka. Tak jarang ia menerima kelompok kecil masyarakat yang menyerahkan uang hasil pengumpulan mereka sendiri. 

"Pokoknya mereka langsung saja mengatasnamakan koin sastra ada yang mengamen, ada yang buat pertunjukkan kecil-kecilan, macam-macam. Bahkan pernah ada anak kecil yang datang ke kami bawa celengan dia dan dia berikan ke kami untuk PDS HB Jassin. Saya terharu," tuturnya. 

Namun usaha tersebut belum cukup. Menurut Makki kebutuhan terbesar ada pada pendokumentasian sastra. Dalam setahun setidaknya PDS HB Jassin memerlukan dana minimal Rp100 juta untuk mengkliping, memanajemen dokumentasi hingga perawatan dokumen sastra. 

Makki mengatakan saat ini PD HB Jassin bahkan tidak memiliki alat sensor utnuk memantau pergerakan dokumen ke luar perpustakaan. 

"Contoh sederhana misalnya AC. Saat kantor tutup jam 5, AC ikut dimatikan karena jatah biayanya segitu. padahal itu bisa merusak dokumentasi yang ada," jelasnya. 

Gedung PDS HB Jassin, lanjutnya, juga tak dapat lagi menambah jumlah koleksi. Tak ada tempat untuk menambah satu rak buku. 

"Masalah gedung ini yang paling krusial sebenarnya karena gedung ini sudah tidak layak. Mimpinya kami ingin segera bisa membangun gedung baru berlantai 5," paparnya. 

Tidak hanya berasal dari kelompok, beebrapa donatur individu turut berusaha membantu PDS HB Jassin setiap bulannya. Jeffrie Geofanny salah seorang pendonor mengakui jumlah dana yang dibutuhkan HB Jassin masih tinggi. 

"Saya tahu jumlah dari saya mungkin tak seberapa. Tapi jangan sampai kita mempelajari sastra di negeri orang karena PDS HB Jassin tutup," tegas ketua bidang komunikasi dan informasi Nasional Demokrat. (OL-12)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/22/227904/293/14/Koin-Sastra-untuk-HB-Jassin-Baru-Terkumpul-Rp200-juta


Melanggan artikel lewat email

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar