Melakukan tugas mengkliping di PDS HB Jassin, selaku relawan #KoinSastra, menjadi aktivitas yang paling banyak menyita waktu saya sejak dua bulan terakhir. Selama itu tentu banyak catatan yang terekam di ingatan saya. Bersama relawan lain, umumnya saya menghabiskan durasi "jam kerja" kami, mulai 12.00-17.00 WIB, dengan ceria. Ada orang-orang lama yang tetap konsisten bertahan, datang juga orang-orang baru yang tak kalah giat.


Sebagai contoh, Ainun. Perempuan muda ini kali pertama menelepon saya untuk bergabung menjadi relawan kliping rutin di PDS HB Jassin. Ia mengenalkan diri sebagai adik dari salah seorang donatur PC untuk PDS HB Jassin. Di hari keduanya sebagai relawan, ia sudah mengemban tugas lumayan berat; memandu seorang ibu yang membawa dua anaknya yang masih sekolah untuk ikut mengkliping. Hal demikian terjadi lantaran saya dan Khrisna yang mestinya jadi koordinator sehari-hari telat datang.

Ya, pekerjaan mengkliping di PDS HB Jassin memang tak sesederhana yang kami kira pada awalnya, Ada beberapa poin yang mesti kami taati tanpa kecuali. Relawan yang telah beberapa kali melakukan tugas ini saja masih kerap melakukan kesalahan.

Sebelum Ainun, Mariska Apriani dan Nani Wijaya telah lebih dulu rutin membantu kami. Saya sungguh kagum dengan ketekunan dua orang ini. Pekerjaan mereka dapat digolongkan yang paling rapi. Catatan lain, mereka tergolong yang paling tenang dalam bekerja. Hal ini berkebalikan dengan saya, Khrisna dan beberapa lainnya yang selalu sempatkan bergurau sambil mengkliping.

Nama lain adalah pasangan sejoli dari Bekasi, Rizky dan Keni yang tergolong lekas akrab dengan kami, "orang-orang lama". Pasangan ini punya kebiasaan unik; menunjukkan kemesraannya dengan saling meledek, seolah mereka saling jengkel. "Pencitraan" begini memang sungguh tak mempan di mata kami, tapi interaksi mereka kerap kami jadikan bahan candaan.

Saya mesti juga mencatat nama Lina Bayun. Simak dialog kami kali pertama bertemu di PDS. Kala itu seorang teman minta kepada saya menjelaskan kepadanya tentang PDS HB Jassin dan #KoinSastra:

"Jelasin dong, Mas, sama saya?" Katanya
"Apa yang mesti aku jelaskan?"
"Ya apa aja."
"Ok, apa yang kamu tahu tentang PDS HB Jassin dan #KoinSastra?"
"Ga tahu, makanya saya minta jelasin."

Meski dengan mimik bercanda, kontan jawaban tersebut membuat saya menghela nafas. Tapi kalau anda simak twitt dan aktivitasnya di #KoinSastra hari ini, anda tak akan mengira ia pernah terlibat percakapan itu dengan saya. Ia menunjukkan diri sebagai perempuan yang bisa kami andalkan.

Simak juga perjuangan Ira Ginda, perempuan yang tengah hamil muda ini rajin menemani kami., meski ia harus menempuh jarak yang jauh, kadang membawa motor, kadang berdesak di kereta. Meski kelihatan galak, sebenarnya ia orang baik yang juga humoris. Ia selalu menampilkan dirinya sebagai orang yang lekas akrab, di mana pun ia berada.

Ada nama-nama lain yang mesti saya catat sebetulnya, seperti Airin, teman-tema UIN Jakarta. Tapi sementara saya cukupkan catatan ini, karena penjaga warnet, tempat saya mengetik ini sudah tak sabar hendak pulang. 

Salam.

Melanggan artikel lewat email

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar