Arsenal-Manchester United (1-2): Lubang Menganga Di Lini Belakang Arsenal


Laga Arsenal-Manchester United memang tak seberingas kala keduanya masih diperkuat Vieira dan Keane. Tapi ini tetap partai besar. Meski tak berstatus “perebutan gelar”, tradisi, gengsi, plus faktor Wenger vs Fergie menjamin partai ini tetap seru.



Arsenal mendapat tambahan kekuatan berarti dengan sembuhnya Thomas Vermaelen. Ini memastikan kekonyolan-kekonyolan di belakang seperti saat melawan Swansea tak terulang lagi. Sementara absennya Vidic dan Ferdinand sebetulnya ‘keuntungan” bagi MU. Duet Smalling-Evans lebih percaya diri untuk menaikkan garis pertahanan. Menyempitkan ruang kreasi anak-anak asuhan Wenger.

Babak pertama
Di awal laga, Fergie seperti ingin mengulang taktik yang dipakai kala melawan City. Menunggu di kedalaman untuk melakukan serangan balik. Tapi tak sampai 15 menit laga berjalan, pemain-pemain MU berani merangsek ke depan.

Hal paling mencolok  adalah lemahnya area bek kanan Arsenal. Agresivitas Nani dan Evra sering membuat Djourou yang ditugasi di area ini salah posisi. Terutama saat mengantisipasi umpan panjang. Sayang kelemahan Nani dalam mengambil keputusan membuat keuntungan ini tak banyak membantu. Ia harus belajar banyak dari Giggs yang mengirim umpan dari kiri buat sundulan Valencia yang tak terjaga. 1-0 buat MU.

Cukup mengejutkan keputusan Wenger memosisikan Per Mertesacker di bek tengah bagian kanan. Kecepatannya yang minim tak mampu mengompensasi ruang yang ditinggalkan Djouruou. Sementara Walcott tak bisa diharapkan membantu pertahanan.

Cedera Phil Jones di awal laga tentu membuat Fergie khawatir. Tapi masuknya Rafael yang fasih menyisir lebar lapangan membuat lini kanan MU lebih menekan. Praktis kedua sisi lebar Arsenal terus tertekan di kedalaman. Tak ada ancaman berarti kedua sisi buat MU. Tak ada bola buat van Persie yang menganggur di depan.

Biasanya Song menjadi pemain kunci dalam setiap pertemuan kedua tim. Ia yang bertugas melimitasi ruang buat Rooney yang kerap turun ke tengah. Song sebetulnya pemain yang tepat untuk tugas ini. Namun di laga ini terlalu banyak ruang di belakang yang mesti ditutup oleh Song, membuatnya tak bisa terus mengawasi Rooney.

Babak kedua
Wenger memarkir Djourou dan memasukkan Nicholas Yennaris. Keputusan ini tentu mengagetkan, mengingat asingnya nama si pengganti. Tapi perubahan terpenting yang dilakukan oleh Wenger adalah menginstruksikan Chamberlain melakukan tusukan ke dalam saat mendapat bola. Ini membuat lini belakang MU kebingungan. Sementara tak ada pemain tengah yang menjaga kedalaman. Beberapa peluang terbuang yang didapat Arsenal diawali dari gerakan Chamberlain. Demikian juga dengan gol balasan van Persie. 1-1.

Entah apa alasan Wenger mengganti Chamberlain dengan Arshavin. Pemain Rusia ini tak menghadirkan ancaman seperti yang dilakukan Chamberlain. Pergantian Rafael dengan Park Ji Sung, dan memundurkan Valencia ke posisi Rafael membuat ancaman di sisi kanan pertahanan MU praktis bisa diselesaikan. Daya jelajah Ji Sung menutup ruang antara lini tengah dan belakang MU. Iblis Merah kembali nyaman mengeksploitasi kedua sisi pertahanan Arsenal.

Ironis. Arshavin bukan hanya tak mampu menggantikan peran Chamberlain. Kegagalannya mengantisipasi pergerakan Valencia berujung pada petaka buat Arsenal. Kali ini kerjasama Valencia-Ji Sung-Wellbeck sukses menjebol gawang Szczesny. 1-2 untuk tim tamu lewat kaki Wellbeck.

Pertandingan praktis terkunci setelah gol ini. Upaya terakhir Arsenal melalui bola-bola panjang dapat direspon dengan nyaman oleh lini belakang MU. Situasi ini berlangsung hingga menit ke 95 saat peluit penghabisan berbunyi.

Kesimpulan
Habisnya stok full back Arsenal memang masalah serius. Tapi persoalan Wenger tak hanya itu. Meski dibantah Wenger, pembelian Per Mertesacker terbukti memang keputusan terburu-buru. Minimnya kecepatan pemain Jerman ini menyulitkan Arsenal melakukan press ketat dengan mendorong lini belakangnya. Mustahil menugasi Song menutup lubang-lubang yang terlalu banyak ini. Wenger butuh pemain belakang baru, atau mengganti strategi.


Melanggan artikel lewat email

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Posting Komentar